MUSCAM IV MUI Kecamatan Nagrak, Ketua UMUM MUI Kab. Sukabumi Tekankan Khidmat Kepada Ummat

Bagikan berita Facebook X WhatsApp Telegram

NAGRAK, MUI KABUPATEN SUKABUMI – Musyawarah Kecamatan (Muscam) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Nagrak digelar di Aula Kecamatan Nagrak, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Istiqomah dalam Kebaikan dan Khodimul Ummah Menuju Nagrak Mubarakah.”

Kegiatan dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH. E. Fatahilah Nadiri, jajaran pengurus MUI Kabupaten Sukabumi, unsur Muspika Kecamatan Nagrak, pengurus MUI Kecamatan Nagrak, serta para peserta Muscam.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH. E. Fatahilah Nadiri, terlebih dahulu menyampaikan salam dan doa kepada seluruh tamu undangan serta peserta Muscam. Ia mendoakan agar seluruh pihak yang hadir senantiasa diberikan kesehatan, umur yang panjang, serta dikabulkan segala hajatnya oleh Allah SWT.

KH. E. Fatahilah Nadiri juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus MUI Kecamatan Nagrak periode sebelumnya yang telah menjalankan amanah selama lima tahun.

Menurutnya, pengabdian tersebut merupakan bentuk khidmah yang tidak ringan, karena para pengurus telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran, serta mengorbankan sebagian waktu bersama keluarga untuk mengabdi kepada ulama dan umat.

“Atas seluruh perjuangan dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama lima tahun, MUI Kabupaten tidak akan mampu membalasnya. Mudah-mudahan seluruh pengabdian tersebut menjadi amal ibadah dan amal saleh bagi kita semua. Jazakumullahu khairal jaza,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah pelantikan kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi, jajaran pengurus mulai melakukan silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai unsur pemerintahan serta pemangku kepentingan. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat sinkronisasi program, mengingat MUI merupakan mitra pemerintah dalam membina umat.

Ia menilai hal tersebut memiliki relevansi dengan visi Kabupaten Sukabumi, yakni Sukabumi Mubarakah, yang menurutnya memiliki keterkaitan erat dengan penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

“Karena itu, kita harus melangkah bersama dalam pengembangan keagamaan di masyarakat, termasuk menghadapi tantangan masyarakat industri. Alhamdulillah, respons dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi sangat baik dan menyambut usulan MUI,” jelasnya.

Menurut KH. E. Fatahilah Nadiri, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus perjuangan bagi jajaran MUI di seluruh tingkatan. Karena itu, diperlukan keteguhan, doa, dan tawakal kepada Allah SWT dalam menjalankan amanah organisasi.

Ia juga mengingatkan kepada kepengurusan MUI yang baru agar senantiasa mengikuti arahan Dewan Pertimbangan MUI, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

“Yang harus kita lakukan adalah menjadi khodimul ummah, melayani masyarakat, bukan dilayani oleh masyarakat. Dengan begitu, MUI dapat benar-benar hadir untuk mengangkat martabat para kiai dan kasepuhan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh jajaran MUI untuk terus mendekatkan diri kepada para ulama dan kasepuhan guna mendapatkan nasihat, arahan, serta doa dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada umat.

Ketua Terpilih: Amanah Adalah Konsekuensi Khidmat kepada Ummat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Kecamatan Nagrak terpilih, Ust. Dadang Saepudin, S.H.I., menyampaikan bahwa amanah kepengurusan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan sesuai kemampuan.

Ia menyadari bahwa amanah tersebut bukanlah sesuatu yang ringan. Namun, menurutnya, amanah merupakan konsekuensi dari komitmen untuk berkhidmat kepada umat.

“Kita semua sudah memahami bagaimana beratnya sebuah amanah. Namun, apa pun yang menjadi beban kami di Kecamatan Nagrak merupakan konsekuensi dari tuntutan untuk berkhidmat sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.

Ust. Dadang juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan pimpinan serta mengedepankan kemaslahatan dalam menjalankan roda organisasi MUI Kecamatan Nagrak ke depan.

Dalam pembahasan awal mengenai arah program kerja, sejumlah isu turut mengemuka, di antaranya penguatan pembinaan keagamaan masyarakat, peningkatan kualitas generasi melalui pendidikan, khususnya pembinaan pesantren, serta penguatan sinergi antara MUI, masyarakat, dan pemerintah.

Menurutnya, dinamika yang muncul dalam Muscam IV menunjukkan bahwa MUI Kecamatan Nagrak memiliki tantangan yang semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh jajaran pengurus.

“Jangan pasif, tetapi bagaimana semuanya harus aktif. Tantangan kita ke depan semakin realistis dan semakin terbuka,” tuturnya.

Ust. Dadang juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi dalam Muscam IV MUI Kecamatan Nagrak.

Ia menilai arahan Ketua Umum, meskipun disampaikan dalam waktu yang terbatas, memberikan pesan penting mengenai peran MUI sebagai khodimul ummah sekaligus pentingnya membangun hubungan yang baik dengan unsur umara.

“Bagi kami, kehadiran langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi merupakan kebanggaan sekaligus sesuatu yang sangat berarti. Kami menyampaikan terima kasih dan jazakumullahu khair atas kehadiran serta arahan yang telah diberikan,” ungkapnya.

Muscam IV MUI Kecamatan Nagrak kemudian menjadi momentum konsolidasi sekaligus pergantian kepengurusan untuk melanjutkan khidmat organisasi. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu menjalankan amanah dengan istiqamah serta memperkuat sinergi ulama, umara, dan masyarakat menuju Nagrak Mubarakah.

 

Kontributor: MS.

Editor: RH.