KETUA UMUM MUI KABUPATEN SUKABUMI HADIRI TASYAKUR BINIKMAT HJKS KE-156
SUKABUMI — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. E. Fatahilah Nadiri, menghadiri kegiatan Tasyakur Binikmat dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Aula Sekretariat Daerah, Rabu malam (9/9/2026).
Kehadiran Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau MUBARAKAH.
Tasyakur Binikmat digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sukabumi yang telah memasuki usia ke-156. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan bahwa rasa syukur atas berbagai nikmat dan capaian pembangunan harus diwujudkan melalui pengabdian serta kerja nyata.
Menurut Bupati, perjalanan Kabupaten Sukabumi tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian para pendahulu serta seluruh masyarakat. Karena itu, momentum HJKS ke-156 diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus melakukan perbaikan dan pembangunan secara berkelanjutan.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita terus perkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Bagi MUI Kabupaten Sukabumi, momentum Tasyakur Binikmat memiliki makna penting, khususnya dalam memperkuat peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Sinergi ulama dan umaro dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan pembangunan sumber daya manusia, akhlak, kehidupan keagamaan, serta kemaslahatan masyarakat.
Sementara itu, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi MUBARAKAH.
“Tasyakur binikmat menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antara ulama dan umaro dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi yang MUBARAKAH,” ujarnya.
Kehadiran KH. E. Fatahilah Nadiri dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen MUI Kabupaten Sukabumi untuk terus mengambil bagian dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
MUI Kabupaten Sukabumi berharap momentum HJKS ke-156 dapat menjadi titik penguatan kebersamaan seluruh elemen daerah. Ulama, umaro, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat secara umum diharapkan dapat terus bergandengan tangan dalam menjaga kondusivitas serta mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi.
Rangkaian kegiatan Tasyakur Binikmat diawali dengan Khatmil Qur’an, dilanjutkan pembacaan wahyu Ilahi dan tausiyah.
Nuansa keagamaan yang kuat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan rasa syukur tidak hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga melalui pengabdian dan kerja nyata.
Memasuki usia ke-156, MUI Kabupaten Sukabumi turut mendoakan agar Kabupaten Sukabumi senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan, dan kesejahteraan, serta seluruh ikhtiar pembangunan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dapat membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Kabupaten Sukabumi.
Dengan semangat ulama dan umaro bersinergi, MUI Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang MUBARAKAH.